GU

Nama User

user@email.com

Chat

Web Category

Jelajahi Gorontalo

KesehatanPemerintahanKamis, 12 Februari 2026

Wagub Sidak SPPG Usai Terima Laporan Ketidaksesuaian Porsi MBG

Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie saat melihat langsung proses pemorsian di SPPG Talulobotu, Kecamatan Tapa, Kamis subuh, (12/2/2026). Foto – Fadly Diskominfotik BONE BOLANGO, Kominfotik – Wakil…

Wagub Sidak SPPG Usai Terima Laporan Ketidaksesuaian Porsi MBG

Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie saat melihat langsung proses pemorsian di SPPG Talulobotu, Kecamatan Tapa, Kamis subuh, (12/2/2026). Foto – Fadly Diskominfotik BONE BOLANGO, Kominfotik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Kamis (12/2/2026), menyusul laporan masyarakat terkait ketidaksesuaian porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan standar operasional prosedur (SOP) pemenuhan gizi. Sidak yang dimulai pukul 05.00 Wita itu diawali di SPPG Talulobotu, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Selanjutnya, Wagub bersama Tim Satgas MBG meninjau SPPG Wumialo di Kecamatan Kota Timur dan SPPG Heledulaa Selatan. Idah menjelaskan, pengawasan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar. Ia menegaskan, sidak tidak semata-mata dilakukan karena adanya laporan, tetapi juga menjadi bagian dari agenda rutin pengawasan. Namun, khusus di beberapa SPPG tersebut, pihaknya menerima laporan bahwa porsi makanan yang disajikan tidak sesuai ketentuan. “Berdasarkan SOP, porsi untuk anak TK dan SD harus berbeda dengan SMP dan SMA, baik dari jumlah nasi, protein hewani, maupun sayur. Dari hasil sidak, kami temukan porsinya diratakan. Perbedaannya hanya pada nasi, sementara lauk dan sayur sama untuk semua jenjang. Ini tentu harus segera diperbaiki,” kata Idah. Ia juga mengingatkan agar menu untuk anak TK dan SD tidak menggunakan cabai atau makanan pedas. Selain itu, proses pemorsian harus menyesuaikan jadwal distribusi. Untuk TK dan SD, makanan harus siap dan didistribusikan tepat waktu karena anak-anak mulai makan pukul 08.00 Wita. Sementara untuk SMP dan SMA, waktu pengantaran berbeda sehingga makanan tidak disiapkan terlalu pagi agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga. “Ada keluhan sayur sudah basi. Itu karena disiapkan pada jam yan

Politik & PemerintahanBone BolangoPemprov Gorontalo
Bagikan:𝕏FacebookWhatsApp

Komentar

Komentar dinonaktifkan untuk artikel ini.

Baca Juga