Wagub: Jumbara Posyandu Jadi Bukti Komitmen Perkuat Layanan Dasar
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama Bupati Gorontalo dan Ketua PKK, Anggota DPD RI, Wakapolda Gorontalo saat hadir pada pembukaan Jumbara Posyandu bertempat di Halaman Kantor…

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama Bupati Gorontalo dan Ketua PKK, Anggota DPD RI, Wakapolda Gorontalo saat hadir pada pembukaan Jumbara Posyandu bertempat di Halaman Kantor Bupati, Jumat (12/12/2025). Foto – Nova Diskominfotik. Kabupaten Gorontalo, Kominfotik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, secara resmi membuka peringatan Hari Desa Nasional yang dirangkaikan dengan Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) Posyandu tingkat Kabupaten Gorontalo, bertempat di Halaman Kantor Bupati Gorontalo, Jumat (12/12/2025). Kegiatan yang diikuti seluruh kader posyandu, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat tersebut turut dihadiri Bupati Gorontalo bersama Ketua TP-PKK, Anggota DPD RI Rahmiati Yahya, Wakapolda Gorontalo, serta Direktur FLKAD, PKK, dan Posyandu Kementerian Dalam Negeri. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Idah Syahidah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Jumbara Posyandu perdana di Provinsi Gorontalo. “Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo sekaligus sebagai Pembina Tim Penggerak Posyandu, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini. Ini merupakan Jumbara Posyandu pertama di Provinsi Gorontalo, bahkan mungkin yang pertama di Indonesia,” ujar Wagub. Idah menegaskan bahwa transformasi posyandu yang kini mengusung konsep Posyandu 6 Bidang SPM sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 merupakan langkah maju dalam memperluas layanan dasar bagi masyarakat. Tidak hanya kesehatan, posyandu kini mencakup bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan, sosial, hingga ketertiban. “Perluasan layanan ini menunjukkan bahwa posyandu menjadi simpul penting dalam memberikan pelayanan dasar yang komprehensif kepada masyarakat,” jelasnya. Wagub juga mengapresiasi antusiasme para kader, terutama perempuan, yang menjadi penggerak utama dalam keberlangsungan posyandu. Pada kesempatan itu pula sebagai bagian dari peri


