Wagub Idah Apresiasi Kreativitas Anak Muda di Hulondalo Mopuasa Festival
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat meninjau stand stand UMKM yang hadir pada Hulondalo Mopuasa Festival 2026 di Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.…

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat meninjau stand stand UMKM yang hadir pada Hulondalo Mopuasa Festival 2026 di Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Foto – Nova Diskominfotik. Kabupaten Gorontalo, Kominfotik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengapresiasi kreativitas generasi muda dalam menyelenggarakan Hulondalo Mopuasa Festival 2026 di Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Apresiasi tersebut disampaikan saat membuka secara resmi festival yang digagas anak-anak muda setempat, Senin (16/2/2026). Menurut Idah, Hulondalo Mopuasa Festival bukan sekadar memeriahkan suasana menyambut bulan suci Ramadan, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi dan ruang pelestarian budaya lokal. Kegiatan yang diikuti 26 tenant UMKM ini menampilkan beragam produk kuliner dan unggulan daerah untuk dipasarkan kepada masyarakat. “Kegiatan ini merupakan gagasan kreatif anak muda yang patut didukung pemerintah karena mampu menghadirkan nilai ekonomi sekaligus melestarikan budaya tradisional yang tidak boleh dilupakan,” ujar Idah. Festival yang berlangsung sejak awal Ramadan hingga H-2 Idulfitri 1447 Hijriah tersebut diharapkan mampu menarik minat masyarakat dan meningkatkan omzet pelaku usaha. Wagub juga mendorong para tenant untuk aktif mempromosikan produknya melalui media sosial, menghadirkan konsep yang kreatif dan berbeda, serta menyelenggarakan hiburan bernuansa Islami secara berkala, misalnya setelah salat tarawih, agar pengunjung terus berdatangan. Selain aspek ekonomi dan kreativitas, Idah mengingatkan pentingnya faktor keselamatan selama kegiatan berlangsung. Ia menekankan agar penggunaan kompor, alat pemanas, dan instalasi listrik di setiap tenant memperhatikan standar keamanan. Pembatas berbahan tirai yang mudah tertiup angin dinilai berpotensi menimbulkan risiko sehingga perlu dievaluasi atau di


