Wagub Gorontalo Paparkan Temuan Sidak pada Evaluasi MBG Tahap II
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat menjadi keynote speech pada Rapat Evaluasi Survei Monitoring dan Evaluasi program MBG di Provinsi Gorontalo tahap II tahun 2025 yang…

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat menjadi keynote speech pada Rapat Evaluasi Survei Monitoring dan Evaluasi program MBG di Provinsi Gorontalo tahap II tahun 2025 yang dilaksanakan oleh BPS Provinsi Gorontalo, Kamis, (20/11/2025). Foto – Nova Diskominfotik. Kota Gorontalo, Kominfotik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie memaparkan sejumlah temuan hasil inspeksi mendadak (sidak) dan pengawasan lapangan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Paparan tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara pada Rapat Evaluasi Survei Monitoring MBG Tahap II yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, di Fox Hotel Gorontalo, Kamis (20/11/2025). Dalam sambutannya, Idah menegaskan bahwa ketepatan data serta kepatuhan pada standar operasional menjadi kunci keberhasilan program prioritas nasional tersebut. Ia menyampaikan bahwa beberapa temuan lapangan masih memerlukan perhatian serius dari penyedia layanan maupun pihak terkait lainnya. “Program ini menyangkut gizi dan kesehatan anak-anak kita. Karena itu, pengawasannya tidak boleh main-main. Setiap temuan harus segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan risiko kesehatan,” tegas Idah. Idah yang juga selaku Ketua Satgas MBG itu kemudian merinci sejumlah temuan yang ditemukan selama pelaksanaan sidak. Pada kunjungan ke salah satu SD di Kecamatan Tibawa, ia mendapati makanan yang sedang transit masih diletakkan di atas karpet, padahal standar mengharuskan penggunaan meja untuk mencegah kontaminasi. Temuan lain berkaitan dengan penggunaan ompreng yang tidak sesuai ketentuan. “Saya masih melihat buah yang tidak sesuai standar, seperti salak dan pisang, dimasukkan ke dalam ompreng. Ompreng itu hanya untuk buah potong, bukan buah utuh,” ungkapnya. Masalah lain yang turut menjadi sorotan adalah penggunaan kendaraan distribusi makanan. Idah menemukan penyedia masih memakai m


