GU

Nama User

user@email.com

Chat

Web Category

Jelajahi Gorontalo

Sidak Empat SPPG, Wagub Tegaskan Sanksi bagi Dapur yang Abaikan SOP

Salah satu Menu Sayur Sawi Hijau yang menjadi catatan penting dalam sidak SPGG di Kecamatan Boliyohuto oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli bersama Tim Satgas MBG. (Foto – Nova…

Sidak Empat SPPG, Wagub Tegaskan Sanksi bagi Dapur yang Abaikan SOP

Salah satu Menu Sayur Sawi Hijau yang menjadi catatan penting dalam sidak SPGG di Kecamatan Boliyohuto oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli bersama Tim Satgas MBG. (Foto – Nova Diskominfotik). Kabupaten Gorontalo, Kominfotik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gorontalo, Jumat (30/1/2026). Sidak dilakukan di wilayah Kecamatan Boliyohuto dan Kecamatan Asparaga, meliputi SPPG Desa Sidodadi, Desa Monggolito, Desa Paris, dan Asparaga. Sidak tersebut dilakukan guna memastikan kelayakan SPPG dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mencegah potensi terjadinya keracunan makanan pada peserta didik. Wakil Gubernur didampingi Satgas MBG terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Pangan, Balai POM dan tim lainnya. Rombongan memulai perjalanan dari Kota Gorontalo menuju Boliyohuto sejak pukul 04.20 Wita. Dari hasil sidak, Wakil Gubernur menemukan sejumlah hal yang perlu segera dievaluasi dan diperbaiki, terutama terkait standar pengolahan, penyimpanan, dan pendistribusian makanan. “Program MBG ini menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak. Karena itu, seluruh SPPG wajib mematuhi standar operasional prosedur yang sudah ditetapkan. Tidak boleh ada kelalaian,” tegas Idah Syahidah Rusli Habibie. Wakil Gubernur menyoroti penyimpanan makanan kering yang akan dikonsumsi keesokan harinya agar benar-benar dijaga dalam kondisi kering. Ia juga menekankan pentingnya pencantuman tanggal kedaluwarsa pada produk roti sebagai jaminan kelayakan konsumsi. Selain itu, ia meminta agar menu sayuran seperti sawi hijau atau caisim tidak lagi disajikan, khususnya untuk siswa SMA. Menurutnya, sayuran tersebut akan terasa pahit jika dikonsumsi setelah dimasak lebih dari lima jam, sehingga dapat menurunkan kualitas makanan dan minat makan siswa. “Menu harus dipi

KabgorPolitik & PemerintahanPemprov Gorontalo
Bagikan:𝕏FacebookWhatsApp

Komentar

Komentar dinonaktifkan untuk artikel ini.

Baca Juga