Hanya 14 Laporan ke KPK, Dugaan Korupsi Gorontalo Rendah
Bimtek Pemuda dan LSM Antikorupsi di Citymall Hotel, Selasa (26/9/2023), yang dihadiri langsung Pelaksana Harian (Plh) Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)…

Bimtek Pemuda dan LSM Antikorupsi di Citymall Hotel, Selasa (26/9/2023), yang dihadiri langsung Pelaksana Harian (Plh) Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johnson Ridwan Ginting dan dibuka langsung Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya. (Foto – Haris) Kota Gorontalo, Kominfotik – Pelaksana Harian (Plh) Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johnson Ridwan Ginting menyebut laporan dugaan kasus korupsi di Provinsi Gorontalo cukup rendah. Hingga akhir Desember 2022 tercatat hanya ada 14 laporan yang masuk ke meja lembaga antirasywah itu. “Di Gorontalo sendiri sampai 31 Desember 2022 tercatat ada 14 laporan dugaan tindak pindana korupsi. Kita bisa melihat angkanya itu terbilang sangat rendah ya, tapi itu kita bisa menginterpretasikan bahwa memang korupsi tidak banyak di sini. Kita juga bisa menginterpretasikan bahwa masyarakat sudah apatis terkait korupsi,” kata Johnson Ginting saat memberikan sambutan pada Bimtek Pemuda dan LSM Antikorupsi di Citymall Hotel, Selasa (26/9/2023). Johnson Ginting berharap dengan adanya Bimtek Pemuda dan LSM Antikorupsi bisa lebih meningkatkan pemahaman, kesadaran dan kepedulian terkait tindak pidana korupsi di daerah. Pemuda dan LSM juga diharapkan bisa memberikan laporan sekaligus edukasi dan sosialiasasi kepada masyarakat secara lebih masif. Senada dengan Johnson, Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya menilai rendahnya laporan dugaan tindak pidana korupsi ke KPK harus dimaknai dengan dua pendekatan. Pertama bahwa kasus korupsi mungkin saja rendah atau kedua korupsi tinggi tapi masyarakat sudah menutup mata untuk melaporkan. “Tadi pak Johnson mensinyalir rendahnya korupsi di Gorontalo ada dua, korupsi rendah atau kita semua diam, apatis, tutup mata, tidak melaporkan. Saya meyakini dengan bimtek ini terus kita lakukan maka angka yang rendah itu terjadi karena memang rendahnya


