Gorontalo Karnaval Karawo 2024 Dimulai
Pj. Gubernur Gorontalo Rudy Salahuddin saat meninjau stand UMKM yang memasarkan kain sulaman Karawo, pada peluncura Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2024, bertempat di pelataran GOR Nani Wartabone,…

Pj. Gubernur Gorontalo Rudy Salahuddin saat meninjau stand UMKM yang memasarkan kain sulaman Karawo, pada peluncura Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2024, bertempat di pelataran GOR Nani Wartabone, Jumat (21/6/2024). (Foto – Haris Diskominfotik) Kota Gorontalo, Kominfotik – Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2024 kembali digelar. Peluncuran event tahunan yang masuk Kalender Event Nusantara (KEN) Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI itu dibuka oleh Penjabat Gubernur Gorontalo Rudy Salahuddin di GOR Nani Wartabone, Jumat (21/6/2024). Sedikit berbeda dengan gelaran GKK tahun tahun sebelumnya, rangkaian kegiatan tahun ini dibuat lebih terbuka dengan mengambil tempat di pelataran stadion Nani Wartabone. Puluhan stan pameran dibuka untuk umum sebagai tempat jualan. Pengunjung bisa datang membeli berbagai produk kerajinan tangan dan kuliner ditemani hiburan musik. “Tahun ini juga kita coba sempurnakan acaranya. Kalau tahun kemarin kita laksanakan hanya sehari, dan berlangsung di depan Rujab Gubernur serta Lapangan Taruna Remaja, tahun ini kita coba datang ke suatu tempat yang selama ini dikenal sebagai tempat olahraga (GOR). Kami coba hal baru untuk memamerkan sulaman khas Gorontalo ini,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Aryanto Husain selaku ketua panitia. Sementara itu, Pj. Gubernur Rudy menilai kain karawo setiap tahun semakin eksis dan populer baik di tingkat nasional maupun internasional. Kain sulaman tangan itu pernah tampil di Indonesia Fashion Week 2023 dan New York Fashion Week 2017. “kain karawo memiliki daya tarik dan nilai artistik yang diakui di tingkat nasional maupun internasional. Sehingga pantas untuk ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya tak benda dunia, yang berdiri sejajar dengan warisan lainnya, seperti keris, batik, angklung, kapal pinisi dan sebagainya,” kata Rudy. Dikatakan Deputi IV Kemenko Ekonomi RI itu, GKK bukan hanya sekedar perayaan seni dan budaya, tetapi juga merupakan momentum mem


